This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 Oktober 2013

Final Rendra Cup Tumpang Semarak

Kemarin (18/10) sore, Stadion Tumpang mendadak gegap gempita. Sebab, stadion tersebut jadi ajang penutupan babak penyisihan turnamen sepakbola antardesa RendraKresna Cup 2013.

Beberapa legenda Arema seperti JokoSusilo dan Kuncoro turun langsung ke Stadion Tumpang.Mereka memberikan semangat kepada para pemain yang tampil.Para legenda tersebut tak menyangka bahwa liga desa sangat ramai dan mendapatkan antusiasme warga.

Berbagai jenis hiburan turut meramaikan RendraKresna Cup 2013 ini.Mulai dari parade drum band, hingga tari-tarian khas Madura yang ditampilkan ibu-ibu (disebut Marlena) dari beberapa desa di kecamatan Tumpang. Panitia mengemas acara penutupan itu dengan meriah.Sebab, Bupati Malang RendraKresna turut hadir bersama para tokoh setempat.

Tanda-tanda meriahnya penutupan kemarin, sudah mulai terasa ketika babak final antardesa di Kecamatan Tumpang.Babak ini mempertemukan Desa Kambingan melawan Desa Tumpang yang tengah berjalan separo babak.

Dari luar Stadion Tumpang, parede drum band dan tarian khas Madura mulai memasuki stadion. Tak lama berselang, RendraKresna dan undangan lainnya ikut memasuki stadion dan duduk di tenda VIP. Usai pertandingan, ibu-ibu Marlena langsung unjuk kebolehan.

Mereka mulai menari gemulai di hadapan para undangan. Tarian dari 44 ibu-ibu rumah tangga itu, seakan jadi penyegar suasana.Sebab, sebelumnya laga final dan perebutan juara 3 dan 4 berlangsung keras. Setelah tampil, panitia pun meminta RendraKresna untuk memberikan nama kepada perkumpulan ibu-ibu Marlena tersebut. Setelah berpikir sejenak, Bupati Malang tersebut langsung memberikan nama Brigade Marle Jilbab Kuning.

Dari jalannya pertandingan final, tim yang bertanding menunjukkan permainan keras khas Malangan. Desa Kambingan harus bersusah payah mengalahkan Desa Tumpang dengan skor tipis 1-0. Namun, di pertandingan ini juga diwarnai satu kartu merah.

Kartu merah tersebut diberikan kepada stiker Desa Tumpang yaitu Sued dimenit 25. Hal itu terjadi setelah Sueb memancing keributan dengan kiper lawan

 sumber berita http://malangraya.web.id/2013/10/19/bupati-malang-turut-hadiri-liga-desa/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+malangkota+%28Malang+Raya%29

Kamis, 21 Februari 2013

Bupati Malang di gugat mantan kepala Desa Belung

Mantan Kepala Desa belung kecamatan poncokusumo Malang, H. M Ridwan Soedono tetap ngotot meminta uang penghasilan tetap yang menjadi haknya kepada Bupati Malang selama dia diberhentikan sementara selama 2 tahun 8 bulan.

Perlu diketahui bahwa mantan Kades belung tersebut pada saat Bupati Malang dijabat Sujud Pribadi, ridwan diduha terlibat kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), namun setelah disidangkan di pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, dia dinyatakan tidak terbukti sebagaimana yang dituduhkan.

Besaran dana tersebut hanya berupa kerugian materiil yang dijatuhkan pada pihak Bupati Malang, Sedangkan besaran danan immaterial yang dijatuhkan sebesar 1 miliar dengan alasan penggugat tidak terima atas tuduhan dan beban batin selama perkara perdata tersebut berlangsung.

Meskipun Bupati malang saat itu mencabut surat pemberhentian sementara dan mengaktifkan kembali jabatan RidwaN Sebagai Kepala desa Belung.  Namun Ridwan tetap meminta penghasilan tersebut yang jadi haknya selama jabatan ditangguhkan saat itu.

Sumardhan, pengacara Mantan Kepala desa Belung menjelaskan kalau klienya hanya meminta hak-haknya itu saja. Sumardhan menambahkan gugatan tersebut bukan tanpa alasan. Karena hak berupa dana bantuan penghasilan tetap kepala desa tersebut telah diatur dalam perda Kabupaten Malang no.19/2009.  intinya permintaan haknya selama diberhentikan sementara tetap harus diberikan.

Sementara itu kuasa hukum Bupati Malang ,Supriadi Akhmad SH mengatakan, pihaknya tidak akan membayar sebagaimana yang digugat oleh penggugat. alasanya penggugat selama ditangguhkan masih menikmati tanah ganjaran sebagai hak kepala desa.

Sidang akan berlanjut pada 5 mendatang.

sumber berita : Jawa Pos Radar Malang hari Rabu(21/02)


Rp 1.038.496.000.
20 Februari 2013 19:35 WIB | Dibaca: 72 | Editor: Wahjoe Harjanto | Reporter : Sylvianita Widyawati
SURYA Online-MALANG - Bupati Malang Rendra Kresna digugat oleh Ridwan Sudono, mantan Kades Belung, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Rp 1.038.496.000.

Gugatan didaftarkan di PN Kepanjen, 24 Oktober 2012 dan Rabu (20/3/2013) memasuki sidang pembacaan tanggapan dari tergugat yang   diwakili oleh Budi Purwanto SH dari Kejari Kepanjen sebagai pengacara negara.

“Sidang tadi isinya menolak gugatan tergugat. Sidang akan diadakan lagi dua pekan mendatang, yaitu 5 Maret 2013 untuk mendengarkan putusan sela,” jelas Budi Purwanto kepada Surya Online, Rabu (20/2/2013).

Gugatan mantan Kades dengan Nomer Perkara 134/Pdt.46/2012/PN.KPJ, tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan Bupati Malang. Namun putusan di Pengadilan Negeri (PN) dan Mahkamah Agung (MA), mantan Kades itu tidak terbukti bersalah sehingga menginginkan agar tunjangan penghasilannya selama diberhentikan sementara bisa dibayarkan kembali oleh Pemkab Malang.
- See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/20/rendra-digugat-mantan-kades#sthash.36WKmWCV.dpuf

SURYA Online-MALANG - Bupati Malang Rendra Kresna digugat oleh Ridwan Sudono, mantan Kades Belung, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Rp 1.038.496.000.

Gugatan didaftarkan di PN Kepanjen, 24 Oktober 2012 dan Rabu (20/3/2013) memasuki sidang pembacaan tanggapan dari tergugat yang   diwakili oleh Budi Purwanto SH dari Kejari Kepanjen sebagai pengacara negara.

“Sidang tadi isinya menolak gugatan tergugat. Sidang akan diadakan lagi dua pekan mendatang, yaitu 5 Maret 2013 untuk mendengarkan putusan sela,” jelas Budi Purwanto kepada Surya Online, Rabu (20/2/2013).

Gugatan mantan Kades dengan Nomer Perkara 134/Pdt.46/2012/PN.KPJ, tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan Bupati Malang. Namun putusan di Pengadilan Negeri (PN) dan Mahkamah Agung (MA), mantan Kades itu tidak terbukti bersalah sehingga menginginkan agar tunjangan penghasilannya selama diberhentikan sementara bisa dibayarkan kembali oleh Pemkab Malang. - See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/20/rendra-digugat-mantan-kades#sthash.pOjeAPno.dpuf
SURYA Online-MALANG - Bupati Malang Rendra Kresna digugat oleh Ridwan Sudono, mantan Kades Belung, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Rp 1.038.496.000.

Gugatan didaftarkan di PN Kepanjen, 24 Oktober 2012 dan Rabu (20/3/2013) memasuki sidang pembacaan tanggapan dari tergugat yang   diwakili oleh Budi Purwanto SH dari Kejari Kepanjen sebagai pengacara negara.

“Sidang tadi isinya menolak gugatan tergugat. Sidang akan diadakan lagi dua pekan mendatang, yaitu 5 Maret 2013 untuk mendengarkan putusan sela,” jelas Budi Purwanto kepada Surya Online, Rabu (20/2/2013).

Gugatan mantan Kades dengan Nomer Perkara 134/Pdt.46/2012/PN.KPJ, tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan Bupati Malang. Namun putusan di Pengadilan Negeri (PN) dan Mahkamah Agung (MA), mantan Kades itu tidak terbukti bersalah sehingga menginginkan agar tunjangan penghasilannya selama diberhentikan sementara bisa dibayarkan kembali oleh Pemkab Malang. - See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/20/rendra-digugat-mantan-kades#sthash.pOjeAPno.dpuf

Rendra Digugat Mantan Kades

Rabu, 20 Februari 2013 19:35 WIB | Dibaca: 72 | Editor: Wahjoe Harjanto | Reporter : Sylvianita Widyawati
SURYA Online-MALANG - Bupati Malang Rendra Kresna digugat oleh Ridwan Sudono, mantan Kades Belung, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Rp 1.038.496.000.

Gugatan didaftarkan di PN Kepanjen, 24 Oktober 2012 dan Rabu (20/3/2013) memasuki sidang pembacaan tanggapan dari tergugat yang   diwakili oleh Budi Purwanto SH dari Kejari Kepanjen sebagai pengacara negara.

“Sidang tadi isinya menolak gugatan tergugat. Sidang akan diadakan lagi dua pekan mendatang, yaitu 5 Maret 2013 untuk mendengarkan putusan sela,” jelas Budi Purwanto kepada Surya Online, Rabu (20/2/2013).

Gugatan mantan Kades dengan Nomer Perkara 134/Pdt.46/2012/PN.KPJ, tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan Bupati Malang. Namun putusan di Pengadilan Negeri (PN) dan Mahkamah Agung (MA), mantan Kades itu tidak terbukti bersalah sehingga menginginkan agar tunjangan penghasilannya selama diberhentikan sementara bisa dibayarkan kembali oleh Pemkab Malang.
- See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/20/rendra-digugat-mantan-kades#sthash.36WKmWCV.dpuf

Selasa, 12 Februari 2013

Radio SMK Sunan Ampel Poncokusumo Nusa 89,9 FM terdengar hingga Batu

Sejak Jum'at malam lalu kami berada di Balai diklat Pondok Pesantren Hidayatullah Batu, tepatnya di lereng gunung banyak untuk menghadiri pelatihan keuangan di yayasan kami.  Acara mulai bakda sholat jum'at itu akan berlangsung ingga sabtu besuk.  Sembari istirahat malam hari sajian radio menjadi teman tidur karena tidak ada televisi di ruang tidur.


Iseng-iseng putar gelombang radio melalui handphone, kami menemukan gelombang 89,9FM yang saat itu sedang memutar jingle iklan SMK Sunan Ampel Poncokusumo malang, merasa penasaran kami dengar terus radio tersebut dan ternyata disiarkan sendiri oleh Sekolah favorit di Poncokusumo itu.

Wah, lumayan besar juga ya daya siar 89,9FM tersebut yang terdengar dari pegunungan di Kota Batu yang jaraknya berkisar 50 KM dari lokasi siar. Salut untuk teman-teman radio Komunitas NUSA FM. Siaran Anda di dengar hingga masyarakat Batu dan sekitarnya.

Mungkin Karena sama-sama di dataran tinggi sehingga gelombang yang dipancarkan dari studio Nusa FM tersebut bisa di tangkap radio di lereng gunung banyak.

Setelah kami cek gelombang yang sama di daerah Tumpang yang relatif dekat dengan studio siar sekitar 5 KM, siaran 89,9 NUSA FM ternyata juga terdengar.

Sebagai pengamat radio komunitas mungkin ada baiknya siaran lokal radio komunitas sekolah ini juga bisa di manfaatkan oleh masyarakat sekitar studio bertukar informasi terkait siswa, pelajaran hingga sosial.  Mutu dan ragam siaran juga harus diperhatikan.

Bagaimana dengan radio komunitas sekitar anda ?...
 

Senin, 11 Februari 2013

Pasar Wajak Menunggu perhatian semua pihak

Anda yang melintas di jalan raya Pasar Wajak Kecamatan Wajak pada pagi hari harus sabar antrian cukup panjang setiap harinya.  Hal ini terjadi karena hampir semua bahu jalan yang semestinya untuk kendaraan dari dua lajur dipenuhi pedagang pasar wajak yang sesak dengan dagangan dan kendaraan bermuatan sayuran ataupun buah.
Pasar Wajak bagian timur dekat dengan pasar hewan sebenarnya masih mampu menampung puluhan pedagang yang berjualan di sepanjang bahu jalan raya wajak. tetapi entah kenapa pedagang pasar wajak enggan menggunakan pasar sebelah timur yang kondisinya juga masih lumayan baik

Kondisi pasar yang sesak dan kurang tertata ini harusnya segera dicarikan solusi agar pengguna jalan raya tidak terganggu, apalagi jalur ini adalah poros utama Malang timur yang menghubngkan kecamatan Poncokusumo dengan kecamatan Turen dan kecamatan lain di malang selatan yang saat ini siap berkembang dan geliat perekonomian mulai maju.

Sampai kapan masyarakat terutama para pedagang siap berbenah dan menjadikan pasar Wajak lebih baik lagi ?,  ini tergantung  kesiapan Pemerintak Kecamatan Wajak dan paling berarti adalah sikap pedagang yang siap berubah.

Apakah pedagang takut tidak laku daganganya jika pindak ke dalam ?, tentunya tidak.  Konsumen yang membutuhkan barang dagangan akan mencri dimana pun pedagang itu pindah.

Kalau menginginkan pasar tradisional tetap eksis di tengah maraknya pasar raya/ pasar miodern yang kini menjamur di seluruh kota kecamatan di Indonesia , jelas masyarakat pedagang juga hars mau berbenah didukung ketegasan aparat pemerintah dan dinas terkait hal ini.

Pasar-pasar kecamatan lain yang sekarang sedang berbenah membangun adalah Pasar Tumpang dan masyarakat pedagang siap mengembangkan pasar ini menjadi lebih baik sebagai jujukan para turis domestik maupun mancanegara yang mau menuju Bromo.

Seiring tahun kunjungan wisata Kabupaten Malang 2013 ini, Wajak dengan segala potensi luarbiasanya akan menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Malang.  Di Wajak ini ada sentral industri mendong menjadi tikar, kerajinan, mebel, aneka perlengkapan rumah yang pasti layak menjadi ikon baru Malang dari Wajak,

bagaimana kesiapan anda warga Wajak ?
kami tunggu partisipasi anda dalam komentar berikut ini.

.

Selasa, 05 Februari 2013

Pengukuhan pengurus RMI kab. Malang di Poncokusumo

H. Rendra Kresna hadiri Sarasehan Pondok Pesantren se-Kabupaten Malang yang  bertajuk “Peningkatan Kualitas Pendidikan Pondok Pesantren Melalui Regulasi dan Kebijakan Daerah” yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiah (RMI) cabang  Malang Halaman Pesantren Al – Ittihad, Desa Belung, Kec. Poncokusumo, Kamis (25/1).

Selain Bupati Malang sebagai narasumber, ada dua narasumber lain yang juga dihadirkan yakni Prof. Dr. KH. Ali Machan Moesa, Msi, Anggota Komisi 8 DPR RI yang sekaligus juga sebagai Pimpinan RMI atau Asosiasi Pondok Pesantren Indonesia  Cabang Malang, dan Pengurus RMI Pusat, KH Fahrur Rozi.

Bupati dalam statementnya mengatakan bahwa rakyat Kabupaten Malang adalah masyarakat yang agamis. “Apapun profesinya selalu dibarengi dengan kegiatan keagamaan, baik itu tahlil, istighozah maupun bentuk kegiatan keagamaan lainnya, maka dari itu jalannya pemerintahan yang dilakukan harus sejalan dengan kehidupan masyarakat yang sudah agamis tersebut.”

Bupati menilai, dengan semakin berkembangnya pondok pesantren  di Kabupaten Malang akan memberikan perspektif terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Malang. “Karena ponpen tak hanya memberikan ilmu tapi juga pelajaran akhlak.”

Narasumber kedua, KH. Ali Machan dalam paparannya yang mengangkat tema “Pensantren, Pendidikan, dan Aksi Kekerasan”  menjelaskan bahwa dalam kondisi kehidupan masyarakat yang semakin global saat ini, dengan implikasi yang destruktif bagi masa depan kemanusiaan, menjadi tanggung jawab  semua pihak. “Hendaknya kita senantiasa dituntut peran profetinya dalam memecahkan masalah kemanusiaan yang ditimbulkan di depan mata kita. Fungsi agama dalam kehidupan diharapkan dapat menjadi faktor pencerahan  dan langit pelindung dalam kehidupan manusia.”

Namun menurut Ali ada sebuah persoalana yang perlu dipikirkan bersama mengenai cara mentransformasi agama dalam sistem pendidikan secara konkrit dan aktual. “Tuntutan inilah yang menjadi agenda pemerhati pendidikan dan dunia pesantren dalam merekonstruksi peradaban manusia yang cenderung berlari kencang dari nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.”

KH Fahrur Rozi menilai saat ini masih belum ada standard yang sama antara kurikulum dalam satu pesantren dengan pesantren lainnya. Maka dari itu RMI pusat saat ini tengah mengodok akreditasi pesantren NU


sumber berita
Humas pemkab malang

Kamis, 17 Januari 2013

Terjemah Al Qur'an cara tercepat metode al Wahyu


Kini untuk mempelajari terjemah Al Qur'an lafdhiyah atau perkata semakin mudah, karena telah di louncing metode tercepat terjemah alqur'an Metode Al WAHYU karya ustad. Drs. Muhammad nur Fuad dari Surabaya beserta tim Hidayatullah.

'Metode ini terbukti mudah dan sangat aplikatif bagi dai dan santri yang ingin mendalami belajar tafsir kitab suci alqur'an", demikian disampaikan Ma'ruful dari Kantor Urusan Agama islam saat mengikuti diklat sehari belajar terjemah metode ini di TPQ Al ula desa gadungan karanganyar poncokusumo 6 Januari lalu.

Dari 73 peserta yang hadir dari beberapa KAMPUNG BERKAH di kabupaten malang Timur merasa puas dan akan menindaklanjuti pelatihan ini dengan senang. 

Penulis yang sekaligus Trainer metode ALWAHYU yang hadir langsung dari Surabaya pada saat diklat sehari tersebut siap mengembangkan metode ini dimanapun ALQURAN bisa digemakan sebagai salah satu bentuk perjuangan gerakan Belajar Membaca Alqur'an.

Tujuan utama dikeluarkan tafsir aplikatif metode ALWAHYu adalah memudahkan anak didik dan siapapun umat islam semakin cinta ALQURAN dan bisa memahami petunjuk ALLOH ini untuk tegaknya sunnah dan syariah Islam..

Acara yang diselenggarakan Baitul maal Hidayatullah cabang malang tersebut didukung koordinator KAMPUNG BERKAH Malang timur di dukung oleh MITRA FM community korwil Malang Timur dan Hidayatullah.

Beberapa peserta menyatakan senang dan akan mengaplikasikan metode ini dimasing-masing Taman Pendidikan Alquran binaanya masing-masing.

Untuk informasi lebih jauh tentang metode ini Anda bisa menghubungi beberapa outlet binaan antara lain
 - lembaga pendidikan ALWAHYU
 - MICRO Media kebonsari tumpang
 - kampung Berkah malang Timur
 - Radio Mitra FM Batu
 - Baitul Maal Hidayatullah malang
 - perpustakaan HARAPAN BANGSA
 - Mitra Community

Jumat, 05 Oktober 2012

Selamat datang Drs.Sukarlin,M.Si Camat Baru poncokusumo






Selamat datang Bapak Drs. Sukarlin, M. SI, camat baru Poncokusumo












Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More